Kemal Pahlevi Sindir Megawati : Mending Antri Rebutan Minyak Bu, Daripada Rebutan Jatah Menteri

Mediapromoter.id  – Mantan Presiden kelima Republik Indonesia yaitu Megawati Soekarnoputri beberapa hari yang lalu sempat viral saat melakukan webinar yang dilakukan oleh media nasional dengan tema “Cegah Stunting untuk Generasi Emas Indonesia”.

Nah, dalam potongan video webinar tersebut, Megawati mengungkit tentang fenomena kelangkaan minyak goreng. Tepatnya tentang keprihatinannya melihat emak-emak berebut minyak goreng.

Bukan perihal minyak goreng langka atau mahal, Megawati Soekarnoputri lebih ke mempertanyakan apakah para emak-emak ini hanya mengetahui cara memasak dengan menggoreng karena menurut Megawati Soekarnoputri ada cara memasak yang kaun seperti direbus, dikukus, atau mentah seperti rujak.

Statement dan pertanyaan dari mantan Presiden RI kelima tersebut pun mendapatkan pro kontra di tengah masyarakat. Tidak sedikit netizen yang memberikan tanggapan atas apa yang diungkapkan oleh Megawati Soekarnoputri.

Salah satu yang geram terhadap statemen Megawati mengenai minyak goreng adalah komedian Kemal Pahlevi.

Seperti dikutip mediapromoter.id, Dalam postingan Twitter, Jumat (18/3/22) malam, Kemal memposting video lama Megawati ketika berbicara pada kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, 8 Agustus 2019.

 

Kala itu, dihadapan Presiden Joko Widodo, Megawati sebagai ketua umum PDI Perjuangan meminta jatah kursi menteri paling banyak.

“Ini di dalam kongres partai, bapak Presiden, saya minta dengan hormat PDIP akan masuk dalam kabinet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak,” kata Megawati yang kemudian mengangkat kedua jempol tangannya.

Kemal memposting video tersebut dengan caption “Mending antri rebutan minyak bu, daripada rebutan jatah menteri :(,” tulis Kemal Pahlevi.

Dengan jumlah pengikut 612 ribu akun, postingan Kemal dengan mudah viral. Hingga Sabtu (19/3/22) pukul 20.11 WIB, video tersebut sudah disaksikan 1,4 juta kali.

Baca Juga :  Polres Lamsel Lakukan Rakor Bersama Persiapan Pam Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Ribuan komentar pun langsung menyambar postingan tersebut. Hampir semua komentar langsung mengkritik keras statemen Megawati, meski sejatinya statemen tersebut sudah ramai jadi pembahasan pada Agustus 2019 lalu.
“Hahaha bener-benar gila jabatan, menteri seharusnya diisi oleh tenaga ahli bukan orang partai,” tulis akun @antonwaan.

“Sistematika pemilihan menteri gimana sih? Misal profesional tp gak ikut partai bisa dipilih jadi menteri? Aku gak paham soalnya,” tulis akun @petaniherval.

“Itu lah anehnya sistem politik berdasarkan partai. memangnya nanti kalo partai udah dikasih jatah menteri partainya bakal dapet apa?,” tulis akun @yusufadzhar. (Rd/YP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.