Presiden RI Undang Ketum JPKP Ke Istana Kepresidenan, JPKP diminta Kawal Program Strategis Presiden

Berita, Nusantara5 Dilihat

Jakarta, Mediapromoter.id – Ketua Umum (Ketum) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Maret Samuel Sueken memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, pada Sabtu (5/11).

Hal itu diketahui melalui pesan Watshsap Grup JPKP maupun pada status linimasa Grup Facebook JPKP, yang ditulis langsung oleh Ketum JPKP, Maret Samuel Sueken. Dalam undangan yang disampaikan oleh Maida selaku Protokoler Presiden RI Kepada Ketum JPKP tersebut bersifat tertutup atau intern, dan pelaksanaanya pada Sabtu 5 November pukul 10.30 WIB di Istana Kepresidenan Bogor.

Pada kesempatan itu Ketum JPKP Maret Samuel Sueken mendengar langsung arahan dari Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan arahan tersebut juga berlaku untuk segenap Relawan Jokowi di seluruh dunia. Arahan Presiden yang disampaikan kepada Ketum JPKP berkaitan dengan ancaman Krisis Global yang diperkirakan bakal terjadi dan akan berdampak pula pada Negara Republik Indonesia.

Dikutip dari tulisan Ketua JPKP, Maret Samuel Sueken dalam Wathsap Grup JPKP dan juga Facebook Grup JPKP pihaknya menulis bahwa Presiden memulai arahannya dengan menceritakan kondisi dunia saat ini.

“Presiden memulai arahannya dengan menceritakan kondisi dunia hari ini, bahwa perang Rusia-Ukraina samakin meruncing dan itu berdampak luas bagi dunia termasuk Indonesia, ” Tulis Maret.

“Ada 8 Negara yang sudah collaps dan jatuh, yang saat ini sedang dibantu keberlangsungan Pemerintahannya oleh IMF berikut 16 Negara lain yang dalam proses antrian, padahal IMF dan Bank Dunia sendiri hanya mampu membiayai paling banyak 8 Negara, ” Lanjut Maret dalam tulisannya.

Dalam lanjutan tulisannya, Maret Samuel Sueken juga menulis apa yang menjadi arahan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo terkait dengan ancaram krisis global yang sangat mengerikan.

BACA JUGA  Mileanials Gelar Fun Game Di Tanjung Raya

“Ancaman krisis global ini sangat mengerikan bahkan mengancam dunia termasuk dampaknya terhadap Indonesia. Potensi ancaman penggunaan senjata nuklir semakin nyata dan bisa saja terjadi, dan jikalau itu terjadi maka tentu Indonesia menjadi imbas utama, mengingat kondisi negara kita hari ini sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur baik fisik maupun non fisik yang tentu membutuhkan investasi yang semakin besar dan berkesinambungan, ” Terus Maret dalam tulisannya.

Terakhir, dalam tulisannya Maret Samuel Sueken menulis bahwa dalam kondisi yang seperti ini maka Presiden meminta JPKP agar terus bersatu padu membangun kekuatan dan berpartisipasi aktif mengawal semua program strategis Presiden di seluruh Indonesia.

“Salah satu bentuk penguatan strategis ini akan disampaikan oleh Bapak Presiden dalam waktu dekat ini tepatnya pada tanggal 26 November 2022 di GBK dalam acara bertajuk NUSANTARA BERSATU sekaligus menyampaikan PIDATO TUNGGAL PRESIDEN. Seluruh warga JPKP berikut masyarakat dipersilahkan hadir dalam acara tersebut, ” Tutup Maret Samuel Sueken dalam Tulisannya. (***)

Tinggalkan Balasan