Diduga Disdukcapil Waykanan Sepihak Memberhentikan Tenaga Honorer & Memalsukan Tanda Tangan

  • Bagikan

Way Kanan, Mediapromoter.id – Penyalahgunaan kekuasan yang di duga terjadi di Kabupaten Way Kanan, salah satu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Egi menjadi korban yang mendapatkan perlakuan tenaga honorer dengan SK Bupati.

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Ketua MARCAB LMPI Kabupaten Way Kanan, Irvan Zulizar Bakri. saat di temui di kediamannya kepada awak media, Selasa (22/11/2022)

“Kriteria tenaga honorer yang bisa mengikuti seleksi CPNS dan PPPK tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 tertanggal 22 Juli 2022,” ujarnya.

Beberapa Hal telah dilanggar oleh Disdukcapil dalam Hal ini, yang pertama Pemalsuan tanda tangan, Penggelapan gaji, dan telah terjadi pelanggaran HAM karena hal Ini menyangkut masa depan saudara Egi yang telah direnggut secara paksa, “saya dan kuasa hukum akan memperjuangkan HAK-HAK saudara Egi dan berusaha untuk menegakkan Hukum, ” ungkapnya.

Sementara itu, Jumat 11 November 2022 dikediaman saudara, Egi mengatakan bahwa dia telah menjadi korban penyalahgunaan kekuasan yang diduga dilakukan oleh Drs.Paryanto selaku Kepala Dinas Disdukcapil Way Kanan. Pergantian SK secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan secara lisan atau tertulis, untuk menjelang pendataan P3K karena adanya unsur kedekatan dan hubungan emosional.

“Ia bang saya bekerja di Disdukcapil dari tahun 2017 sampai 2020 dan telah terjadi nya pertukaran SK antara saya dan supir Pak Kadis di tahun 2021, Yang lebih menyakitkan saya tidak dapat mengikuti PPPK karena hal itu, namun SK Bupati yang saya miliki sejak tahun 2017 telah diganti menjadi SK Dinas pada tahun 2021 yang membuat saya menjadi supir sedangkan supir beliau mendapat SK Bupati atas usulan pak Kadis,” katanya.

Lanjutnya, dan mirisnya lagi bahkan gajih saya selama 8 bulan telah diambil oleh oknum lain tanpa sepengetahuan saya, tanda tangan saya pun di palsukan, dengan kejadian ini saya sangat kecewa karena Kepala Dinas secara sepihak mengganti SK saya dari SK bupati ke SK dinas.

“Karena hal tidak mungkin saya tidak bisa ikut PPPK dan saya sangat berharap kepada pihak pihak terkait agar kejadian ini bisa di proses oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait, saya juga sudah menyerah kan permasalahan ini kepada LMPI kabupaten way kanan agar mendampingi dan mengawal kasus ini ” tuturnya

Disisi lain menurut penjelasan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Paryanto kepada awak media, membenarkan sudah mengganti SK Egi Kepada Doni selaku supirnya dan memberikan gaji kepada orang lain yang mengantikan Egi dikarenakan tidak bekerja beberapa waktu dan tidak memberikan keterangan prihal ijin tersebut secara tertulis.

Akan tetapi Sektaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Syahrul Munir S.Pd.I, MM mengatakan, bahwasanya belum ada surat pengunduran diri dari Egi atau surat pemberhentian Egi dari dinas dukcapil dari awal bekerja 2017 sampai hari ini secara tertulis.

“Dari awal surat pemberhentian Egi dari Dinas Dukcapil sampai hari ini secara resmi tertulis belum ada, ” pungkasnya. (Red/Yandi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Indonesia Website Awards
error: Harap Hubungi Redaksi !!