Aktivitas Batu Bara Menuai Persoalan Dikalangan Netizen


Lampung, Mediapromoter.id – Aktivitas Batu Bara menuai persoalan di kalangan Netizen yang menyebabkan Polusi dan Kemacatan Lalu lintas disekitar Jalan Ir Sutami, Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Berbagai Netizen menyampaikan keresaannya yang mereka rasakan selama ini terhadap Aktivitas Perusahaan Batu Bara tersebut.

Seperti hal terpantau oleh Mediapromoter.id di Group  Media Sosial Facebook Info Tanjung Bintang Lam-Sel, pada Selasa, 24 April 2024 Akun bernama Sultan’s Dankerqu menuliskan, Buat Aparatur Negara yang berwenang, tolong tertibkan bongkar muat batubara di Jalan Ir Sutami, buat jadwal bongkar muat yang teratur. Jangan di jam berangkat kerja/ jam pulang kerja bongkar muat batubara dilakukan. Karena merugikan banyak pengguna jalan yang lain. 1. Macet, 2. Debu batubara yang pekat dan asap kendaraan yang berbahayanya buat kesehatan mata dan pernafasan, 3. Lebih parahnya lagi pengguna motor yang bawa anak2,. Debu batu bara yang pekat dan asap mobil yang tebal ini bisa berbahaya untuk kedepannya, dan 4. Penyiraman air yang kurang sehingga debut batubara pekat. Kenapa bongkar muat batu bara tidak dilakukan di jam 12 malam – jam 5 pagi. Di jam sepi agar lebih kondusif dan lancar.

Tulisan postingan tersebut pun telah berhasil mengundang berbagai Netizen lain, yang mana telah di Bagikan 22 Kali, dan dikomotari 57, serta like 312.

https://web.facebook.com/groups/2180144022079922/permalink/7532852420142362/?mibextid=xfxF2i&rdid=y5PS5d2UNt4uQ2Od&share_url=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2FBa4yfkYNvmuvUYCH%2F%3Fmibextid%3DxfxF2i&_rdc=1&_rdr

“Bener ..dilahat ada perusahaan tambang batubara yg di protes warga.krn keluar dari tambang,mengotori aspal yg bikin jalan berdebu,..setelah di blokade warga,,saat ini setelah kelaur tambang,truck dan mobil wajib di semprot..jadi tdk mengotori aspal,krn bahaya bagi kendarmvvan bermotor, selain debu juga,,disaat hujan membuat jalan jadi licin krn lumpur juga.., ” tulis Akun Afriza Dewi yang mengometari tulisan tersebut.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Korban Minta OJK Ambil Sikap Kepada FIF Group Cabang Kalianda

Sita Rusita Akun yang turut mengometari tulisan postingan Sultan’s Dankerqu didalam group Media Sosial Facebook Info Tanjung Bintang Lam-Sel, Semoga aparatur mendengar ini, kalo ujan sedih banget, apalagi yg kendaraan bermotor. Air kotor pekat, kecipratan dikit, allahu akbar baju kotornya, mana gk ilang🥲.

“Wajib ini di tindak,tapi ingat yg di tindak yg punya stokpile ya jangan drivernya,driver mengikuti peraturan tempat bongkar muat
Jangan semua kesalahan ada pada driver, ” tulis akun Wawan Lengkez dalam kometar tersebut.

Sebelumnya persoalan aktivitas Batubara tersebut telah di protes ratusan masyarakat Tanjung Bintang dan dilakukan ujuk rasa, seperti hal dikutip dari Kupastuntas.co bahwa Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Irfan Tri Musri mengatakan, memang salah satu dampak pontesial dari adanya stockpile itu ya debu, dalam konteks ini jugakan bukan hanya pembagian kompensasi yang jadi tanggung jawab perusahaan itu, tetapi bagaimana juga perusahaan dapat menghentikan sumber-sumber pencemaran dan sumber-sumber polutan, agar tidak ada kejadian serupa.

“Pemerintah juga dapat turun tangan menjembatani keluhan para warga terdampak polusi dari debu stockpile batu bara, ” ungkapnya.

Dengan melakukan pengecekan berkala, monitoring dan jika diperlukan segera mengambil langkah tegas. Dengan menidak perusahaan yang ditemukan menyalahi aturan.

“Kalau masih terulang, pemerintah harus tanggungjawab dong, dengan memberikan monitoring, melakukan penegakan hukum, serta memberikan sanksi, ” tegasnya. (Red)

 

 

 

Tinggalkan Balasan