Adnan Balita 10 Bulan Penderita Lumpuh Otak, Puji Sukanto : Kita Akan Fasilitasi Segera Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan


Lampung Selatan, Mediapromoter.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Selatan, merespon cepat pemberitaan dibeberapa media online terkait balita berusia 10 bulan penderita penyakit lumpuh otak.

“Kita membantu membuat rekom BPJS PBI APBD untuk klien,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto, melalui Pesan Singkat WhatsAapnya, Sabtu, 01, Juni 2024.

Selanjutnya, Bila nanti dari pihak Rumah Sakit akan merujuk untuk layanan kesehatan lanjutan, kita akan bantu fasilitasi rumah singgah dan bantuan sosial selama klien menjalani perawatan.

“Kami koordinasi dengan Dinkes, karena kewenangan di fasilitas kesehatan, pihak dinkes dan rumah sakit yang lebih paham, kita bantu untuk bantuan sosialnya, seperti tempat tinggal untuk keluarga selama perawatan di fasilitas kesehatan, bila nanti akan dirujuk, di bandarlampung atau di jakarta kita bisa sediakan fasilitas rumah singgah, ” terangnya.

Diberitakan sebelumnya berjudul : Adnan Balita 10 Bulan Penderita Lumpuh Otak Butuh Uluran Tangan Para Darmawan, Bahwa Adnan Juliananda Balita Umur 10 Bulan penderita Lumpuh Otak yang beramat di Dusun Sakal RT 2 RW 9, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Butuh Uluran Tangan Para Darmawan.

Marcelina Ibu Adnan menceritakan kondisi buah hatinya saat ini telah menderita Cerebral Palsy Dan Mikrosefali (Lumpuh Otak Dan Pengecilan Kepala). Awalnya sejak usia 2 bulan yang kami curigai adalah mata adnan yang tidak merespon benda maupun cahaya, untuk memeriksakan kondisi adnan.

“Kami sempat meminta bantuan kepala desa setempat untuk membuatkan adnan BPJS. Usianya 5 bulan tepat BPJS jadi dan kami segera membawa adnan ke rumah sakit terdekat, qadarullah adnan tervonis pupil atrofi saat itu. Tetap kami belum puas dengan jawaban di rumah sakit kemarin, kami kembali membawa adnan ke rumah sakit lain, ternyata di rumah sakit ini adnan terdiagnosa Mikrosefali & Cerebral palsy di usianya yang baru 7 bulan, ” katanya kepada awak media, Sabtu, 1 Juni, 2024.

BACA JUGA  Berita 'Miring' Dinilai Tak Objektif, Humas SPBU Tridatu : Kami Dirugikan

Selanjutnya, Setelah terdiagnosa Mikrosefali dan Cerebal Palsy kami lekas melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI) sesuai pengarahan dokter, dan hasil dari MRI bahwa otak adnan tidak berkembang dan saraf otaknya rusak tidak berkemungkinan untuk bisa jalan. Kami hanya bisa melakukan fisioterapi sesuai anjuran dokter walau tidak tahu kedepannya apakah adnan bisa seperti anak lainnya.

Diketahui, rumah Adnan Geribik Ukuran 5X9, Saat ini keluarga adnan tidak berkecukupan, Ayah Adnan bekerja sebagai buruh panggul di pabrik dan ibu Adnan hanyalah ibu rumah tangga biasa. Adnan hanya bisa beraktifitas di rumah saja dengan selalu di gendong oleh sang ibu dan terus belajar untuk bisa hidup seperti anak lainnya.

“Adnan hanya bisa terbaring di kasur dengan usianya yang sudah 10 bulan, belum bisa duduk apalagi untuk merangkak keadaan semakin terasa berat untuk keluarga, apalagi kami harus bolak balik ke rumah sakit setiap minggu untuk fisioterapi adnan dengan biaya di luar bpjs, ” terangnya.

Menurutnya, biaya yang adnan butuhkan kurang lebih 20 juta untuk pembelian vitamin transport dan alat bantu terapi yang akan adnan pakai di rumah.

“Ya,setiap 1 minggu sekali tebus obat Rp 500 sampai Rp 600 ribu baru bulan mei ini tidak ketebus obat,” ucap Ibu Adnan seraya meneteskan air mata.

Masih kata Ibu Adnan, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja sulit ditambah ujian cobaan ini sangat berat.

Adnan sangat membutuhkan alat bantu terapi di rumah untuk memaksimalkan Adnan terstimulasi di rumah setiap harinya agar Adnan bisa mengejar segala ketertinggalannya (Keluarga-Red) sudah berusaha mencari hutangan kesana kemari tapi yang kami dapatkan selalu nihil.

Untuk diketahui buah hati anak pasangan marcelina dan Mashudi itu, Adnan penderita lumpuh otak sejak se dari lahir.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Korban Minta OJK Ambil Sikap Kepada FIF Group Cabang Kalianda

“Kami sekeluarga berharap terus berupaya agar adnan bisa seperti anak lainnya, bisa bermain berjalan bahkan berlari, ” harapnya

Saat ditanya, apakah sudah ada pihak pemerintah yang datang atau menjenguk?, “Belum ada yang datang atau menjenguk, ” tutup Ibu Adnan. (Red)

Tinggalkan Balasan