Diduga Memalsukan Tanda Tangan, Donal Andrias, SH..MH : Hasil Non Edintik Belum Tentu Masuk Kedalam Unsur

Berita, Hukum, Lampung144 Dilihat

Bandarlampung, Mediapromoter.id – Terkait perkara diduga memalsukan tanda tangan yang di lakukan oleh SH bin (alm) AH  team penasehat hukum menyampaikan esepsi yang ditujukan kepihak Pengadilan Negeri Tanjung Karang, bahwa perkara tersebut cacat dan layak dibatalkan demi hukum dan keadilan pada hari senin (10/06/2024).

Kuasa hukum menyatakan surat dakwaan Jaksa penuntut umum dalam perkara no reg : 417/Pid.B/2024/PN.tjk, meminta jaksa penuntut umum untuk segera mengeluarkan terdakwa dari tahanan, terdakwa SH bin (alm) AH.

Dalam dakwaan tersebut majelis hakim masih mempertimbangkan untuk penangguhan penahan dan akan memulai sidang kembali pada hari kamis (13/06/2024).

Saat ditemui awak media Donal Andrias, SH..MH, menjelaskan bahwa dugaan terkait dakwaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak penasehat hukum dalam surat-surat dakwaan dari jaksa penuntut umum.

“Terkait dari klien kami diduga memalsukan tanda tangan, berdasarkan hasil uji lab tersebut menyatakan non edintik, tetapi terkait hasil non edintik tersebut belum tentu masuk kedalam unsur keranah pemalsuan tanda tangan, ” Kata Donal Andrias, SH.,MH selaku salah satu kuasa hukum terdakwa.

Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun Mediapromoter.id bahwa berawal pada tanggal 11 Juni tahun 2020 saat Sdr. SH (alm) mendatangi kelurahan Rajabasa Nunyai dengan maksud akan membuat surat hibah atas tanah miliknya yang beralamat di Jalan Pramuka Gg. Abdul Hamid RT/RW 13/00 Lingkungan I Kelurahan Rajabasa Nunyai Kecamatan Rajabasa seluas 3 Ha yang akan diberikan kepada “M”  anak “SH” (alm).

Bahwa saat SH berada di Kelurahan Rajabasa tersebut, SH bertemu dengan D selaku Lurah Kelurahan Rajabasa Nunyai. Kemudian, D menginformasikan kepada SH bahwa sudah ada Alas Hak berupa Surat.

Dari Keterangan Waris 27 Juni 1978 terhadap lahan/tanah tersebut atas nama SH yang dikirim oleh SH kepada D melalui pesan Whatsapp pada tanggal 29 Juni 2020 yang pada intinya Surat Waris 27 Juni 1978 tersebut menerangkan bahwa Sdri. H (alm) berdasarkan wasiat dari AH (alm) mewariskan tanah seluas 7 ha yang berada di Gunung Way Ruwa Rajabasa kepada SH dan di dalam surat Wasiat tersebut diketahui oleh Kepala Kampung Rajabasa IP (alm) serta disetujui oleh SH.

BACA JUGA  Berita 'Miring' Dinilai Tak Objektif, Humas SPBU Tridatu : Kami Dirugikan

Kemudian SH meminta copy Surat Keterangan Waris 27 Juni 1978 tersebut dan setelah dibaca dan diteliti, Sdr. SH tidak pernah melihat ataupun mengenal surat tersebut serta tidak pernah menyetujui dan menandatangani surat waris tersebut.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. LAB; 04/DTF/2024 tanggal 06 Februari 2024 yang diperiksan dan ditandatangani oleh Komisaris Polisi Reza Candrajaya, S.T, dkk dengan kesimpulan bahwa tanda tangan bukti QT adalah Non identik terhadap tanda tangan pembanding KT, atau dengan kata lain tanda tangan atas nama SH yang dipersoalkan pada dokumen bukti bukti LA di atas dengan tandatangan atas nama SH bin ALM AH pada dokumen pembanding butir LB merupakan tandatangan yang berdeda.

Saat ini SH diancam pidana dalam Pasal 263 ayat 2.

Tinggalkan Balasan